Orang tua memang secara default bangga jika anaknya berprestasi. Namun makna prestasi ini yang oleh Mbah Nun dimaknai berbeda. Ini sudah diajarkan sebelum ada nama jaman yang serba cepat, serba mudah, Orang-orang berlomba menjadi paling cepat.
SABRANG Mowo Damar Panuluh (45 tahun) . Nama yang panjang. Bahkan untuk masyarakat Jawa, nama ini cukup aneh. Unik. Emha Ainun Nadjib, ayahnya, sangat mencintainya. Saat itu Sabrang sudah kelas 6 SD di Metro, Lampung Tengah, mengikuti ibunya Neneng Suryaningsih, yang sudah berpisah dengan Emha. Namun hubungan dan komunikasi Emha dengan keluarga Metro tetap terjaga dengan baik. Sabrang murid SD ini, kelak dikenal orang sebagai Noe Letto, vokalis grup band Letto.
hampir tiap bulan Emha ditemani Uki Bayu Sedjati sahabatnya dari Jakarta, seorang wartawan, membeli berbagai macam buku untuk dipaketkan ke Metro (Lampung). Untuk ukuran seusia anak SD, jangan Anda bayangkan Emha mengirim buku-buku pelajaran sekolah atau komik-komik Jepang. Emha memilihkan buku-buku karya Buya Hamka; Sufi Modern, Tafsir Al-Azhar dan buku-buku sastra ‘berat’ misalnya karya Mochtar Lubis.
Setumpuk buku-buku itu dalam waktu kurang dari sebulan, sudah habis dilahapnya. Emha sendiri kadang heran dan mengabarkan kepada Uki.
“Ini dibaca atau dibakar sih?”
Sabrang sendiri gelisah jika sudah tidak ada buku lagi untuk dibaca. Ia tidak bisa diam. Maka dicarilah buku-buku silat karya Bastian Tito, jangan heran jika buku ‘sekali baca habis’ ini menumpuk, hampir tiap edisi terbaru dicari.
Sabrang kecil ternyata punya pikiran cerdik. Buku-buku yang menumpuk sudah terbaca, ditata dengan rapi di rak-rak buku dan disewakan kepada teman sebayanya dengan tarif seratus rupiah. Sudah bisa diduga, kenyataannya seringkali teman-temannya tidak mau membayarnya. Ia sendiri tidak tega menagihnya.
Emha mendidik dengan unik. Tidak jamak untuk ukuran umum. Mungkin semacam latihan ‘lelaku.’ Pernahkah Anda jalan kaki untuk jarak 6 M (enam meter) ditempuh dalam 15 (lima belas) menit? Biasanya lomba jalan atau lari itu siapa yang paling cepat. Seratus meter ditempuh 10 detik. Cepat ‘kan? Tapi ini kebalikannya. Lambat sekali. Dan Emha menyuruh Sabrang untuk melakukan itu. Ini gila. Bahkan saudara-saudaranya di Metro terheran-heran, lomba apaan itu. Gilanya, Sabrang ya mau. Dan bisa menempuh jalan yang amat lambat untuk jarak 6 meter dalam waktu 15 menit. Dan berhasil. Emha sangat terharu dan merangkulnya
Ternyata ini adalah uji kesabaran. Hasilnya adalah kelak. Sabrang bukan termasuk orang yang menggebu-gebu. Kadang tanpa ekspresi. Kesannya dingin. Sedih atau bahagia tidak tampak. Emha sendiri kadang bingung menafsirkan.
“Yo opo anakku iki, berpisah gak mau salaman….”
Ini terjadi di Bandara Soekarno Hatta ketika Sabrang pertama kali mau berangkat kuliah ke Kanada. Dengan ibu tirinya, Novia Kolopaking, yang Sabrang memanggilnya “Mbak Yah” justru berangkulan.
“Saya lega sejak 4 bulan lalu, saat dia menyampaikan ingin menikahi Uci. Saat itu juga saya langsung memberi nasehat perkawinan buat Noe. Hanya dua kata, ‘Jangan bodoh!'”
Nasihat sederhana namun tajam ini disampaikan Cak Nun bukan tanpa maksud.
“Saya melihat ini bukan urusan Noe dan Uci saja, tetapi banyak yang terlibat. Mudah-mudahan pernikahan Noe dan Uci semakin mendewasakan mereka karena pernikahan ini adalah penikahan keluarga besar Yogya, Kendari, Palembang, dan Lampung,” papar Cak Nun yang juga berpesan agar Noe meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lamanya sebagai bujangan
“Paling tidak, Noe sekarang harus belajar lebih disiplin, tidak pelupa, rajin mandi, dan siap jadi imam serta wakil orang tua.”
Perkenalan noe dengan uchie sudah lama sekali dan langgeng, terbebas dari gosip infotainmen, hubungan mereka termasuk long distance relationship semenjak uchie melanjutkan kuliah di autralia, noe sendiri adalah lulusan alberta university, salah satu lagu di album pilih 2004 “i’ll find away” bercerita tentang kisah cinta mereka, lagu inipun dimasukkan ke album pertama letto dengan versi berbeda. perkenalan mereka dimulai saat ada acara di kedubes australia di jakarta, uchie salah satu mahasisiwi yang aktif di kegiatan di kbri di australia (maksudnya isi waktu luang kerja di sana… he.. he..)
Sumber :
https://tamtomo.blogspot.com/2009/02/happy-wedding-buat-om-sabrang-noe-uchie.html
sumber : https://tjontong.wordpress.com/2009/08/03/sabrang/
Leave a Reply